SMK N 8 Semarang Berbagi dengan Pengimbasan Implementasi Kurikulum Merdeka

SMK N 8 Semarang Berbagi dengan Pengimbasan Implementasi Kurikulum Merdeka

Rabu, 16 November 2022 | 10:08:29 WIB Diposting oleh : Administrator | Dibaca: 305 kali


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Merujuk pada kondisi dimana pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan. Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu satuanya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Masa pandemi 2020 s.d. 2021 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan) menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan. Masa pandemi 2021 s.d. 2022 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK).

Sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan, SMK N 8 Semarang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran. Kurikulum Merdeka  memberikan porsi yang besar dalam proses pembelajaran. Nilai yang diberikan kepada siswa lebih banyak memperhatikan proses siswa dalam menjalankan pembelajaran melalui asesmen diagnostik,  formatif dan sumatif. Konsep ini selaras dengan pemikiran Ki Hadjar mengenai pendidikan yang bermakna menuntun segala kekuatan kodrat pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan serta menggapai kebahagiaan setinggi-tingginya.

Proses dalam kurikulum merdeka lebih bermakna dan fleksibel sesuai keinginan dan potensi yang dimiliki siswa dengan cara ini maka siswa mengembangkan dirinya sesuai dengan kodrat tentu rasa senang yang ada pada siswa akan menciptakan aksi kreatifitas memunculkan inovasi – inovasi baru. Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa maka pendidik akan melakukan deferensiasi dari segi konten, proses dan produk menyesuaikan dengan karakteristik siswa, deferensiasi pembelajaran menjadikan pembelajaran akan mengena pada seluruh siswa ini tentu akan memberikan hasil yang lebih baik karena semua siswa merasa terfasilitasi untuk berkembang sesuai dengan kodratnya.

P5 merupakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Sebagai apresiasi dan penerapan hasil kreasi dan inovasi siswa, difasilitasi dengan kegiatan Gebyar Wolu.

Setelah sukses menerapkan Kurikulum Merdeka, SMK N 8 Semarang berbagi dengan sekolah lain dengan melakukan Pengimbasan Implementasi Kurikulum Merdeka dengan sekolah lain. Pengimbasan tersebut diikuti oleh 22 Kepala SMK se-Kota Semarang.