Tingkatkan Kompetensi Guru dan Karyawan, SMK Negeri 8 Semarang Gelar In House Training

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Karyawan, SMK Negeri 8 Semarang Gelar In House Training

Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:17:25 WIB Diposting oleh : Administrator | Dibaca: 1223 kali


SMK Negeri 8 Semarang pada tanggal 15 – 17 Juli 2022 telah melaksanakan Workshop Komite Pembelajaran yang di adakan di Balkondes Magelang Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMK Negeri 8 Semarang, Hal ini sebagai tindak lanjut penetapan SMK Negeri 8 Semarang sebagai pelaksana program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Salah satu upaya komitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dengan paradigma baru di SMK Negeri 8 Semarang dimulai dengan mengadakan workshop komite pembelajaran yang akan diterapkan di tahun ajaran baru 2022/2023.

Workshop Komite Pembelajaran diharapkan dapat  mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik baik dari aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) maupun non-kognitif (karakter) untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Alur kegiatan Workshop Komite pembelajaran ini dimulai dengan pembinaan Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng: Ainur Rojik, S.Pd., M.Eng. Kebijakan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan pada Program SMK Pusat Keunggulan (PK) Tahun 2022 peserta diberikan penjelasan bahwa pendidikan itu penting untuk membangun karakter dan mengembangkan kompetensi melalui kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi yang semuanya harus melihat kondisi saat ini (input, proses, output) serta menentukan arah yang ingin dicapai (outcomes, benefit, impact). Pembelajaran pada SMK pelaksana program SMK Pusat Keunggulan merupakan pembelajaran dengan paradigm baru yang berorientasi pada penguatan kompetensi, karakter, dan budaya kerja yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Lulusan SMK diharapkan bisa selaras dengan dunia kerja, menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi.

Kedua tentang Teknis Bimbingan dan pendampingan implementasi pembelajaran SMK Pusat Keunggulan, yang disampaikan oleh Pengawas Pembina Sekolah Drs. Pandoyo Edi Hartomo, M.Pd. Pendampingan Implementasi Pembelajaran pada SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk membantu secara teknis operasional kepada SMK PK agar mampu melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran paradigma baru di sekolah secara efektif dan efisien. Pelaksanaan pembelajaran di SMK N 8 Semarang berpedoman pada Visi dan Misi sekolah di semua mata pelajaran, sehingga antar bidang saling berkesinambungan dalam mewujudkan visi dan misi sekolah, mewujudkan Visi SMKN 8 Semarang yaitu Unggul dalam IPTEK, berkarakter, berdaya saing dan berwawasan lingkungan. Melalui 5 program keahlian (Keperawatan Sosial, Care Giver, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan) diharapkan mampu mencetak peserta didik secara professional, berkarakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila, serta mampu mencetak wirausaha yang handal. Penerapan profil pelajar Pancasila dapat dilakukan melalui budaya di sekolah, kegiatan intrakulikuler, ekstrakulikuler, serta project penguatan profil pelajar Pancasila sesuai karakter lingkungan sekolah dan masyarakat. Maka dari itu guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang memberi pengalaman belajar yang berkualitas. Pembelajaran harus dilakukan dalam suasana yang menyenangnkan, interaktif, inspiratif, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk melakukan perubahan.

Ketiga Perencanaan Berbasis Data dan Pengelolaan Sumber daya Sekolah yang disampaikan oleh Kepala SMK N 8 Semarang yaitu Harti, S.Pd, M.Kom. Peningkatan kualitas sekolah bertujuan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas lulusan. Untuk mewujudkan keinginan tersebut diperlukan adanya perencanaan yang baik, tertata, dan berkualitas. Perencanaan yang dibuat harus berdasarkan pada permasalahan yang muncul di sekolah dan di selesaikan berdasarkan nilai-nilai yang menjadi landasan di sekolah. Strategi dan kualitas sumber daya manusia yang handal sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas sekolah. Upaya meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan perencanaan berbasis data dan pengelolaan sumber daya sekolah diperlukan kerjasama seluruh warga sekolah, untuk memahami dan melaksanakan kerangka dan struktur profil SMK N 8 Semarang, Raport mutu sekolah, metode identifikasi masalah, akar masalah, dan upaya penyelesaian masalah.  Perencanaan berbasis data bertujuan untuk mencapai peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan. Selain itu, perencanaan berbasis data juga bertujuan memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan dinas maupun satuan pendidikan. Satuan pendidikan dan pemerintah daerah dapat melakukan refleksi diri dengan menganalisis data dalam rapor Pendidikan. Literasi dan numerasi juga merupakan tolok ukur yang sangat penting dalam rapor mutu sekola. Apabila hasil literasi dan numerasi di satuan pendidikan rendah, maka pihak sekolah bisa mencoba menganalisis indikator di bagian input dan proses untuk mencari akar masalah yang menyebabkan rendahnya literasi dan numerasi. Kemudian, sekolah dapat melakukan perencanaan berbasis data tersebut dengan dibantu bimbingan dari tim Rapor Pendidikan. Pengawas satuan pendidikan juga akan mendampingi proses penggunaan rapor satuan pendidikan dalam perencanaan berbasis data. Sumber daya yang dimiliki sekolah meliputi: Visi misi sekolah, Kurikulum, Program kerja sekolah, keuangan, Kualitas guru, Kualitas peserta didik, Kepemimpinan, Sarana, Prasarana pendidikan dan media belajar, Penataan lingkungan sekolah, serta Lokasi strategis sekolah. Pemimpin dalam mengelola sumber daya memiliki peran peran aktif untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan keberlangsungan sekolah mulai dari perencanaan, pengewasan, pengambilan keputusan dan menjadi motivator untuk memajukan dan memberdayakan sumber daya yang ada di sekolah.  

Keempat adalah materi dari Kurikulum SMK N 8 Semarang disampaikan oleh Amien Shofyan, S.Pd. yaitu Perancangan Kurikulum Kewirausahaan, Pembelajaran Mandiri Pada Platform Merdeka Mengajar, dan Diskusi Project PJBL. Pembelajaran kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu pembelajaran tentang nilai (value), kemampuan (ability) dan perilaku (attitude) dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang dihadapi. Pembelajaran Kewirausahaan dalam ranah pendidikan, tidak hanya dikembangkan untuk menghasilkan manusia terampil intelektual, tetapi juga yang inspiratif-pragmatis, untuk itu pembelajaran kewirausahaan di SMK harus menjadi alternatif dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Pembekalan dibidang kewirausahaan diharapkan menjadi salah satu jawaban bagi pendidikan di SMK untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pembekalan kompetensi kewirausahaan diarahkan untuk mempersiapkan anak didik dalam rangka menciptakan lapangan kerja, mengentaskan masalah pengangguran, dan kemiskinan.

Pembelajaran Mandiri Pada Platform Merdeka Mengajar disini seluruh peserta diajak untuk membuka Platform Merdeka Mengajar menggunakan email guru belajar.id. Kemudian diminta untuk menyaksikan video yang ada di platform tersebut yaitu tentang Merdeka belajar, Kurikulum, Profil Pelajar Pancasila, dan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Seluruh peserta sudah dibagi untuk mengerjakan resume dari materi yang ada ditayangan video tersebut, tugas dikumpulkan di google form kurikulum.

Diskusi Project PJBL terbagi dalam 5 kelompok program keahlian yang ada di SMK N 8 Semarang, yaitu Pekerjaan Sosial, Care Giver, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Multimedia. Setiap kelompok terdiri dari guru mata pelajaran yang tergabung di dalam program keahlian tersebut, yang akan berdiskusi merancang PJBL akan diterapkan pada peserta didik. Hasil diskusi dibuat dalam bentuk chart, main mapping, bagan, maupun ilustrasi lainnya, dan hasilnya akan dipresentasikan oleh perwakilan kelompok serta akan mendapatkan masukan dari kepala sekolah maupun peserta yang lain.

 Kelima adalah materi Kurikulum PKK sebagai sekolah pencetak wirausaha yang disampaikan oleh Praktisi KWU Dra. Endang Sadbudhy Rahayu, MBA. Menjadi guru itu hatinya harus tentram, tidak memiliki beban sehingga mampu memotivasi peserta didik melalui perilaku dan keteladanan. Guru itu membelajarkan supaya siswa menjadi aktif sehingga antara guru dengan peserta didik terjadi komunikasi yang interaktif dan saling belajar. Menjadi entrepreneur  tidak hanya fokus untuk mendapatkan uang tetapi juga untuk kegiatan social entrepreneur yang bisa menggerakkan komunitas sosial untuk saling memanfaatkan kompetensinya. Pembelajaran kewirausahaan disini sangat penting untuk membekali peserta didik, dan pembelajarannya akan efektif apabila dilakukan dengan Integrasi mata pelajaran, Integrasi Kompetensi Keahlian, Kolaboratif, Merdeka Belajar Berbasis Proses Pencapaian Tujuan, Pembelajaran dalam aktivitas nyata bukan ‘adalah...’, Modal yang utama adalah ‘BERANI MULAI’, Mulai dari yang ada di genggaman.