Membangun Perpustakaan Digital Di Era Generasi Milenial Dengan Konsep IDOLA

Membangun Perpustakaan Digital Di Era Generasi Milenial Dengan Konsep IDOLA

Jumat, 19 November 2021 | 14:10:17 WIB Diposting oleh : Admin Sarpras dan Ketenagaan | Dibaca: 105 kali


Bagi sebagian besar umum orang mengartikan pepustakaan dengan sesuatu yang sifatnya kaku. Misalnya sebagai tempat belajar, sebagai tempat menyimpan referensi untuk bahan penelitian dan segala sesuatu yang sifatnya berat-berat. Itu sebabnya perpustakaan di dianggap horror bagi mereka yang memang passionnya lebih bersenang-senang dan bermain. Terutama untuk anak-anak generasi milenial saat ini. Mayoritas anak-anak senang dengan kegiatan yang sifatnya bermain-main, bebas berekspresi, senang dengan nuansa perpustakaan yang kekinian.

Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan perpustakaan. Dimana, pemustaka adalah generasi milenial yang berfokus pada generasi Z yang menginginkan segala sesuatunya itu mudah. Salah satunya adalah pelayanan melalui mobile library serviceMobile library service adalah layanan yang dapat diakses lewat perangkat bergerak dengan tujuan memudahkan pengguna perpustakaan mengakses informasi lewat perangkat bergerak tersebut atau yang sering kita sebut dengan gadget.

 

Lantas, bagaimana perpustakaan SMK N 8 Semarang dalam menghadapi Revolusi Digital tersebut sebagai wadah untuk generasi millenials sekarang? Apa yang harus dilakukan agar perpustakaan SMK  N 8 Semarang mampu memikat kaum millennial untuk berbondong-bondong mengunjungi perpustakaan? Maka, SMK N 8 Semarang membangun Perpustakaan dengan konsep IDOLA, yaitu Inovatif, Disiplin dan Kolaboratif.

Inovatif

Perpustakaan SMK N 8 saat ini menunjukkan  inovasi layanan perpustakaan menyesuaikan keinginan dan kebutuhan para pembaca; Diantaranya adalah dengan design interior perpustakaan serta sarana prasarana seperti meja, kursi maupun karpet yang mengedepankan nilai seni. Penataan ruangan dengan konsep kekinian, desain tempat duduk, desain dinding, ruang ber AC, rak buku kekninian serta menyediakan bahan bacaan dan tempat baca yang representatif yang mengacu pada perpustakaan era generasi milenial.

Perpustakaan SMK N 8 juga mulai menata dari sistem informasi perpustakaan hingga penambahan fitur-fitur perpustakaan. Generasi milenial cenderung memilih sesuatu yang mudah. Salah satu paradigma yang biasa pada generasi milenial adalah bahwa generasi milenial dapat mengakses informasi ynag bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga tidak perlu untuk datang ke perpustakaan, yaitu dengan menggunakan aplikasi SLIMS 9 bulian.

Perpustakaan menyediakan spot selfi bagi para pengunjung dengan ornament serta background kekinian, tempat duduk ala kafe, serta penataan lampu LED  warna warni yang menambah kesan mewah kekinian.

Perpustakaan juga berinovasi dalam penggunaan ruang peprustakaan,yakni sebagai tempat workshop, seminar, diskusi, maupun tempat hiburan. Sehingga suasana perpustakaan menjadi lebih hidup dengan adanya berbagai kegiatan.

Disiplin

Untuk menjaga perpustakaan tetap dinamis dan konsisten, maka perpustakaan SMK N 8 Semarang konsisten dan Disiplin dalam menjaga perpustakaan tetap bersih, nyaman, dan disiplin dalam pelayanan pemustaka dalam peminjaman, pengembalian serta kegiatan sirkulasi lainnya dengan digitalisasi perpustakaan. Sehingga pemustaka dapat mengetahui kapan harus mengembalikan buku yg dipinjam, bagi pustakawan (petugas) dapat dengan mudah mengontrol jumlah buku yg dipinjam, buku yg akan diajukan dan disiplin dalam pelaporan berkala

Kolaboratif

Bekerja sama dengan pihak lain,baik intern maupun ekstern dalam memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai kegiatan literasi, kolaboratif dgn berbagai pihak untuk menjadi perpustakaan ideal di era milenial. Pentingnya potensi setiap generasi mampu memanfaatkan potensi setiap generasi yang bekerjasama akan lebih siap dalam menghadapi tantangan organisasi dan perpustakaan harus memastikan semua siap untuk lebih fleksibel terhadap perubahan.

Dengan adanya konsep IDOLA, perpustakaan SMK N 8 Semarang berupaya menjadi perpustakaan yang tidak hanya sebagai pusat penyimpanan buku-buku, sarana Pendidikan, pusat informasi, tempat peminjaman buku pelajaran. Namun, lebih dari itu, Perpustakaan sebagai rekreasi kulturan dengan membaca buku-buku dari berbagai jenis yang telah disediakan oleh perpustakaan.

Bagi generasi milenial yang suka membaca tentu perpustakaan menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan, kita bisa membaca banyak jenis buku tanpa harus keluar duit. Apalagi tempatnya nyaman dengan berbagai fasilitas perpustakaan yang memadai seperti wifi, ruangan yang kekinian yang nyaman, desain ruangan yang modern, ruang diskusi kekinian, dan raungan yang konsep warna-warni yang memanjakan pengunjung untuk berlama-lama di perpustakaan.

Mustafit, S.Pd