Ini Karyaku

Ini Karyaku

Jumat, 05 November 2021 | 14:20:52 WIB Diposting oleh : Admin Sarpras dan Ketenagaan | Dibaca: 880 kali


Menjadi seorang guru, haruslah penuh dedikasi. Dedikasi dalam mencerdaskan tunas bangsa. Tugas menjadi seorang guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harusnya bisa membimbing siswa dalam menerima pelajaran di sekolah dengan dunia industri. Peserta didik di samping menerima pelajaran dan bisa mengimplemenasikan ilmunya dalam dunia kerja. Dunia kerja tidak lepas dari kehidupan SMK. Sebagai guru kita harus pandai mengatur waktu dalam memberikan materi teori dan materi praktik. Siswa di harapkan juga tanggap dalam menerima pelajaran teori dan pelajaran praktik. Guru senantiasa berinovasi dalam proses pembelajaran.

            Di masa pandemi seperti ini, guru harus bisa belajar lagi. Belajar aplikasi pembelajaran dengan konten-konten yang baru. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mengharuskan guru belajar lebih banyak menggunakan teknologi. HanPhone(HP) menjadi salah satu media penyambung pembelajaran dari sekolah dengan siswa di rumah. Untuk itu di butuhkan pulsa dan kuota data untuk bisa menerima materi pelajaran dari guru. Metode Daring (Dalam Jaring). Aplikasi media pembelajaran seperti Microsof word 365, Whatsapp, google clasroom, google meet dan zoom, di gunakan dalam pembelajaran. Peserta didik otomatis mengikuti perintah guru

            Dalam daring guru tidak hanya memberikan materi dan memberi tugas saja pada peserta didik. Di sela-sela pembelajaran daring, sebaiknya seorang guru bisa menambah keaktifan. Seorang guru wajib membaca dan menulis tentunya. Salah satu kegiatan yang amat penting di dunia belajar mengajar adalah literasi. Literasi adalah kegiatan menulis. Kegiatan menulis yang dimaksud adalah menuangkan gagasan ke dalam sebuah teks yang kemudian dapat dibaca oleh khalayak. Salah satunya bisa berupa menulis cerita diri sendiri. Menulis itu sebuah proses, jadi Anda tidak langsung bisa menulis.

            Menulis yang menarik dan berkualitas memang bukan hal yang mudah, untuk itu perlu berlatih dan memiliki wawasan serta pandangan yang luas. Sehingga dapat memunculkan ide-ide kreatif untuk dituangkan ke dalam sebuah kata maupun kalimat. Banyak penulis pemula yang membuat sebuah tulisan berdasarkan dengan apa yang terlintas di dalam pikiran mereka, lalu diposting di blog pribadi. Ada beberapa netizen yang tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun ada juga yang merasa hal tersebut belum benar. Jika ingin membuat pembaca tertarik untuk membaca tulisan Anda, maka Anda harus memikirkan isi tulisan yang menarik serta berkualitas bagi pembaca. Menulis pengalaman pribadi untuk di jadikan memoar dan di cetak, itu lebih baik daripada menulis novel yang belum tahu judul dan alurnya. Di mulai dari menulis puisi dulu juga bisa, dan menulis pngalaman diri sendiri untuk di jadikan cerpen atau novel. Lebih baik di jilid dan dicetak menjadi sebuah buku. Ada beberapa buku hasil dari menulis selama masa pandemi.

            Buku Antologi Puisi, karya Puisi penulis yang berisi kumpulan puisi pribadi. Kumpulan Cerpen Memoar ”Bumbu Penyedap Kehidupanku” adalah kumpulan cerpen penulis yang telah di cetak. Penulis juga iku dalam grup MediaGuru dan menulis “Kasih GuruTak Berbilang”. Bersama 123 penulis seluruh Indonesia dan “Warna Kasih Ibu”. Semuanya ber ISBN. Hasil karya ini sebagai bukti keseriusan penulis dalam penulisan. Semoga bermanfaat untuk semua dan bisa sebagai penyemangat dalam kepenulisan.

Erny Ambarningrum, S.Pd