Kajian Rutin Jumat Siraman Qalbu SMK N 8 Semarang

Kajian Rutin Jumat Siraman Qalbu SMK N 8 Semarang

Jumat, 08 Januari 2021 | 07:21:52 WIB Diposting oleh : Humas SMKN 8 Semarang | Dibaca: 61 kali


Jumat, 8 Januari 2020 bertempat di Aula Besar SMK Negeri 8 Semarang, SMK Negeri 8 Semarang melaksanakan Kegiatan Rutin Jumat Siraman Qalbu. Kegiatan dimulai pada pukul 06.45 WIB dengan pembacaan Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu mauidhoh hasanah, yang disampaikan oleh Ustadz Agus Munif, S.Pd.I. Dalam mauidhoh hasanahnya beliau menyampaikan siraman qalbu tentang tafakur. 

 

Menurut para ulama, tafakur menjadi cara beribadah dalam diam. Tafakur menjadi cara untuk mensyukuri segala nikmat serta menjadikannya pembelajaran berharga dalam kehidupan.

 

Untuk itu, tafakur dimaknai sebagai cara makhluknya untuk beribadah dalam diam mengingat kebesaran Allah SWT karena hanya dilakukan melalui pikiran dan hati.

 

Tafakur terbagi dalam 5 macam yaitu:

 

1. Tafakur melalui ayat-ayat Allah SWT. yaitu merenungi segala ciptaan Allah. Mulai dari penciptaan manusia dan makhuk hidup lainnya, hingga fenomena alam yang terjadi. Allah SWT berfirman, “ Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyat: 20-21).

 

2. Tafakur tentang segala nikmat yang Allah SWT berikan. Sehingga senantiasa melahirkan rasa syukur kepada Allah. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: Ayat 7).

 

3. Tafakur tentang peringatan dari Allah SWT. tujuannya adalah agar manusia senantiasa memikirkan akhirat. Dan tidak bertindak semena-mena selama di dunia. Karena setiap perbuatan tentunya akan mendapat balasan kelak di hari akhir. “ Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (Al-Lail: 5-7).

 

4. Tafakur untuk merenungi janji-janji Allah SWT. dengan bertafakur akan semakin menambah semangat di hati seseorang untuk berbuat kebaikan. Dan menambah keimanan dalam dirinya.

 

5. Tafakur untuk merenungi kelalaian diri sendiri. Sehingga senantiasa memperbaiki ibadahnya. Dan selalu berusaha untuk menjauhi segala perbuatan yang dilarang. Tafakur ini dapat menumbuhkan rasa malu di hati seseorang.


0 Komentar :